Apa kesan kalian tentang Blog saya???

Minggu, 03 April 2011

Analisis Laporan Keuangan Pertanyaan 3-7 dan 3-41 BAB 3

| | 0 komentar

Pertanyaan 3-7
Jelaskan ketentuan pengungkapan utama untuk kewajiban jangka panjang!
Jawaban 3-7
Kewajiban tak lancar atau jangka panjang merupakan kewajiban yang jatuh temponya tidak dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi. Kewajiban ini meliputi pinjaman, obligasi, utang, dan wesel bayar. Kewajiban tak lancar berbagai bemtuknya, dan penilaian serta pengukurannya memerlukan pengungkapan atas seluruh batasan dan ketentuan. Pengungkan ini meliputi tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, hak konversi, fitur penarikan, dan provisi subordinasi. Pengungkapan meliputi pula jaminan, persyaratan penyisihan dana pelunasan, dan provisi kredit berulang. perusahaan harus mengungkapkan default atas provisi kewajiban, termasuk untuk bunga dan pembayaran kembali pokok pinjaman.

Pertanyaan 3-41
Jelaskan bagaimana pendanaan pos-pos luar neraca harus dilakukan dalam rangka analisis keuangan!
Jawaban 3-41
Pendanaan diluar neraca (off-balance-sheet financing) adalah tidak tercatatnya kewajiban pendanaan tertentu. Transaksi yang memenuhi pengertian pos-pos diluar neraca adalah seperti operating lease yang tidak dapat dibedakan dari capital lease. Selain sewa, terdapat rancangan pendanaan di luar neraca lainnya, mulai dari yang sederhana sampai yang sangat kompleks. rancangan ini merupakan bagian dari tatanan yang selalu berubah, di mana saat ketentuan akuntansi atas transaksi pendanaan diluar neraca diterapkan untuk lebih mencerminkan kewajiban, diciptakan transaksi baru yang inovatif untuk menggantikannya.

Sumber: Buku Analisis Laporan Keuangan John. J Wild dan K.R. Subramanyam Jilid 10
Read more...

Minggu, 20 Maret 2011

Analisis Laporan Keuangan Pertanyaan 1-11 Bab 1

| | 0 komentar

Jelaskan bagaimana laporan keuangan mencerminkan aktivitas bisnis perusahaan!!!

Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis
Pada akhir periode (kuartal atau tahunan) laporan keuangan disiapkan untuk melaporkan aktivitas pendanaan dan investasi pada saat tersebut, dan untuk meringkas aktivitas operasi selama periode sebelumnya. Dalam laporan keuangan, aktivitas pendanaan dan investasi dilaporkan pada suatu saat tertentu, sedangkan aktivitas operasi dilaporkan untuk suatu periode tertentu. Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari beberapa laporan, yaitu:

1. Neraca (balance sheet)
Persamaan akuntansi (disebut juga dengan identitas neraca) merupakan dasar sistem akuntansi: Aktiva = Kewajiban + Ekuitas. Sisi kiri persamaan ini terkait dengan sumber daya yang dikendalikan perusahaan, atau aktiva. Aktiva merupakan investasi yang diharapkan untuk menghasilkan laba di masa depan melaluiaktivitas operasi. Untuk menjalankan operasi, perusahaan membutuhkan pendanaan untuk membiayainya. Sisi kanan persamaan ini mengidentifikasi sumber pendanaan.
Kewajiban (liability) merupakan pendanaan dari kreditor dan mewakili kewajiban perusahaan, atau klaim kreditor atas aktiva.
Ekuitas atau ekuitas pemegang saham (shareholder’s equity) merupakan total dari (1) pendanaan yang diinvestasikan atau dikontribusikan oleh pemilik (modal kontribusi) dan (2) akumulasi laba yang tidak dibagikan kepada pemilik (laba ditahan) sejak berdirinya perusahaan. Dari sudut pandang pemilik atau pemegang saham, ekuitas mencerminkan klaim mereka atas aktiva perusahaan. Sebuah cara yang sedikit berbeda untuk mendeskripsikan persamaan akuntansi dalam kaitannya dengan sumber dan penggunaan dana. Sisi kanan merupakan sumber dana (baik dari kreditor atau pemegang saham, maupun dihasilkan dari dalam perusahaan) dan sisi kiri merupakan penggunaan dana.
Aktiva dan kewajiban dipisahkan antara lancar dan tidak lancar. Aktiva lancar (current asset) diharapkan untuk terkonversi menjadi kas atau digunakan pada operasi dalam waktu satu tahun atau dalam siklus operasi, yang mana yang lebih panjang.
Kewajiban lancar (current liabilities) merupakan kewajiban perusahaan yang diharapkan terselesaikan dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, yang mana yang lebih panjang. Selisih antara aktiva lancar dan kewajiban lancar disebut modal kerja (working capital).
Sehingga dalam kaitannya dengan aktivitas bisnis persamaan akuntansi yang ditulis ulang, yaitu aktivitas investasi dan pendanaan: Total investasi = Total pendanaan; atau Total investasi = Pendanaan kreditor + Pendanaan pemilik.

2. Laporan laba rugi
Laporan laba rugi mengukur kinerja keuangan perusahaan antara tanggal neraca laporan ini mencerminkan aktivitas operasi perusahaan. Laporan laba rugi menyediakan rincian pendapatan, beban, untung, dan rugi perusahaan untuk satu periode waktu.
Di bagian bawah, laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode yang bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba didapat. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan (atau penurunan) ekuitas sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang ekuitas. Agar dapat mengukur perubahan ekuitas dengan tepat, diperlukan definisi laba yang sedikit berbeda yang disebut pendapatan komprehensif (comprehensive income).
Laporan laba rugi memuat beberapa indikator profitabilitas lainnya. Laba kotor (gross profit) yang disebut margin kotor (gross margin) merupakan selisih antara penjualan dan harga pokok penjualan. Laba kotor mengindikasikan seberapa jauh perusahaan mampu menutup biaya produknya. Indikator ini tidak relevan khususnya untuk perusahaan jasa dan teknologi, dimana biaya produksi hanyalah bagian kecil dari total biaya.

3. Laporan ekuitas pemegang saham
Laporan perubahan ekuitas (statement of shareholders equity) menyajikan perubahan-perubahan pada pos-pos ekuitas. Laporan ini bermanfaat untuk mengidentifikasi alasan perubahan klaim pemegang ekuitas atas aktiva perusahaan.

4. Laporan arus kas
Laba biasanya tidak sama dengan arus kas bersih, kecuali sepanjang hidup perusahaan. Karena akuntansi akrual menghasilkan angka yang berbeda dari akuntansi arus kas; dan kita mengetahui bahwa arus kas penting dalam pengambilan keputusan, diperlukan pelaporan atas kas masuk dan kas keluar. Laporan arus kas melaporkan arus kas masuk dan keluar bagi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan perusahaan secara terpisah selama periode tertentu.
Informasi arus kas operasi, yang termuat dalam laporan arus kas mencakup konsep yang lebih luas. Laporan arus kas tidak hanya memfokuskan diri pada biaya dan penghasilan, melainkan juga berfokus pada kebutuhan kas pada aktivitas yang dilakukan perusahaan, seperti investasi pada piutang pelanggan dan persediaan. Laporan arus kas memfokuskan pada aspek likuiditas dan tidak mengukur profitabilitas, karena tidak mencakup pos-pos biaya dan penghasilan.
Sebagai pengukur kinerja, arus kas tidak mengalami distorsi dibandingkan dengan angka laba bersih. Hal ini terjadi karena sistem akrual yang menghasilkan angka laba bergantung pada akrual, defferal, alokasi dan penilaian, yang semuanya ini melibatkan subyektifitas yang lebih tinggi. Laporan arus kas disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan, dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama periode akuntansi tertentu.

Sumber: Buku Analisis Laporan Keuangan John. J. Wild dan K.R. Subramanyam Jilid 10
Read more...

Minggu, 06 Maret 2011

Analisis Laporan Keuangan BAB 2

| | 0 komentar

Ini adalah jawaban dari Soal 2-8 BAB 2 Analisis Laporan Keuangan karangan K.R. Subramanyam dan John J. Wild Edisi 10.

Penilaian ekuitas pada pasar saat ini dipandang terlalu tinggi. Banyak analisis menyatakan bahwa Price-to earnings ratio (PER) terlalu tinggi, sehingga menciptakan "gelembung" penilaian yang tidak rasional yang akan meledak dan menyeret turun penilaiannya. Mereka yang skeptis terutama khawatir pada penilaian perusahaan tekhnologi tinggi dan internet. Lawan dari "paradigma baru" berpendapat bahwa PER sangat tinggi yang terkait dengan perusahaan tekhnologi tinggi dan internet ini layak karena usaha modern ini memiliki dasar yang berbeda. Bahkan, banyak yang percaya bahwa perusahaan ini, secara rata-rata masih dinilai terlalu rendah. Mereka berpendapat bahwa perusahaan ini telah menginvestasi pada jumlah yang tinggi pada aset tak berwujud yang akan menghasilkan laba masa depan yang besar. Selain itu, biaya penelitian dan pengembangan (R&D) selalu dicatat sebagai beban. Artinya biaya ini mengurangi laba setiap periode dan tidak dilaporkan sebagai aset pada neraca. oleh karena itu, laba terlihat dibawah normal dan menyebabkan tinggi PER yang tidak masuk akal.

Diminta:
Nilai dan kritiklah posisi yang skeptis maupun yang mendukung paradigma baru ini.

Analisis:
Kekhawatiran yang dirasakan oleh kalangan skeptis tentang paradigma baru ini saya nilai cukup wajar. Karena apabila PER yang dihasilkan terlalu tinggi akan menghasilkan penilaian yang tidak rasional tentang keadaan yang sesungguhnya terjadi pada perusahaan tersebut. Sehingga dapat menyebabkan meledak ataupun menyeret turun penilaian. Sedangkan untuk yang mendukung paradigma baru ini saya nilai kurang wajar karena penilaian terhadap sesuatu yang terjadi didalam perusahaan harus sesuai dengan yang terjadi. Kita tidak boleh menilai terlalu tinggi ataupun rendah karena akan mempengaruhi nilai PER. Sehingga nilai PER dapat terlihat tidak wajar. Untuk Biaya biaya penelitian dan pengembangan saya rasa harus dilaporkan sebagai aset karena menurut saya ini termasuk goodwill dan harus disusutkan setiap tahunnya. Demikian analisis saya, kuarang lebihnya saya mohon maaf.
Read more...

Sabtu, 19 Februari 2011

Analisis Laporan Keuangan

| | 0 komentar

Ini adalah jawaban dari Soal 1-6 BAB 1 Analisis Laporan Keuangan karangan K.R. Subramanyam dan John J. Wild.

Anda adalah seorang analisis yang sedang menelaah Foxx Company. Data berikut ini untuk analisis keuangan Anda (kecuali dinyatakan lain, seluruh data adalah per 31 Desember, Tahun 2):
Rasio Lancar.................................: 2
Perputaran Piutang Usaha.....................: 16
Saldo awal Piutang Usaha.....................: $50.000
Pengembalian akhir tahun atas ekuitas biasa..: 20%
Penjualan (seluruhnya penjualan kredit)......: $1.000.000
Jumlah hari penjualan dalam persediaan.......: 36 hari
Rasio margin laba kotor......................: 50%
Beban (tidak termasuk harga pokok penjualan).: $450.000
Rasio total utang terhadap ekuitas...........: 1
Aset tak lancar..............................: $ 300.000

Diminta:
Menggunakan data tersebut, susunlah neraca per 31 Desember, Tahun2, untuk analisis anda. Aset lancar terdiri dari atas kas, piutang, dan persediaan. Klasifikasi neraca terdiri atas kas, piutang, persediaan, total asset tidak lancar, total kewajiban lancar, total kewajiban tidak lancar, dan ekuitas.

Diketahui:
Total asset : $ 500.000

Jawab:
Rasio Perputaran Piutang Usaha = Penjualan : Rata-rata Piutang
Rata-rata Piutang = Penjualan : Rasio Perputaran Piutang Usaha
= $ 1.000.000 : 16
= $ 62.500
Rata-rata Piutang = (Piutang Awal + Piutang Akhir) : 2
Piutang Akhir = (Rata-rata Piutang x 2) – Piutang Awal
= $ 62.500 x 2) - $ 50.000
= $ 75.000


Rasio Margin Laba Kotor = (Penjualan – HPP) : Penjualan
HPP = Penjualan - (Rasio Margin Laba Kotor x Penjualan)
= $ 1.000.000 – (50% x $ 1.000.000)
= $ 500.000
Rasio Jumlah Hari Penjualan dalam Persediaan = Persediaan Rata-rata : (HPP/360)
Persediaan Rata-rata = Rasio Jumlah Hari Penjualan dalam Persediaan x (HPP/360)
= 36 x ($ 500.000 / 360)
= $ 50.000


Kas = Total Aset Lancar – (Piutang + Persediaan)
= $ 200.000 – ($ 75.000 + $ 100.000)
= $ 25.000

Rasio lancar = Aset Lancar : Kewajiban Lancar
Kewajiban Lancar = Aset Lancar : Rasio Lancar
= $ 200.000 : 2
= $ 100.000

Penjualan....= $ 1.000.000
HPP..........= $ 500.000 -
Laba Kotor...= $ 500.000
Beban........= $ 450.000 -
Laba Bersih..= $ 50.000
Rasio Pengembalian akhir tahun atas ekuitas biasa = Laba Bersih : Rata-rata Ekuitas Pemegang Saham
Rata-rata Ekuitas pemegang Saham = Laba Bersih : Rasio Pengembalian akhir tahun atas ekuitas biasa
= $ 50.000 : 20%
= $ 250.000

Rasio Total Utang Terhadap Ekuitas = Total Kewajiban : Ekuitas Pemegang Saham
Total Kewajiban = Rasio Total Utang Terhadap Ekuitas x Ekuitas Pemegang Saham
= 1 x $ 250.000
= $ 250.000

NERACA Per 31 Desember Tahun 2
ASET
Aset Lancar
Kas..........................= $ 25.000
Piutang......................= $ 75.000
Persediaan...................= $ 100.000 +
Total Aset Lancar.......................= $ 200.000
Total Aset Tidak Lancar.................= $ 300.000 +
TOTAL ASET.........................................= $ 500.000

KEWAJIBAN DAN EKUITAS PEMEGANG SAHAM
Total Kewajiban Lancar.......= $ 100.000
Total Kewajiban Tidak Lancar.= $ 150.000 +
TOTAL KEWAJIBAN.........................= $ 250.000
Total Ekuitas...........................= $ 250.000 +
TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS........................= $ 500.000

Analisis:
Rasio Lancar yang normal berada di angka 2, pada contoh kasus diatas Rasio perusahaan tersebut adalah 2 sehingga perusahaan berjalan secara baik dan normal. Sedangkan untuk Rasio perputaran Piutang, Persediaan, dan Aktiva semakin tinggi angka yang di dapat menandakan semakin bagus jalannya perusahaan tersebut. Begitu pun dengan nilai Laba Kotor, Laba Operasi dan Laba Bersih semakin tinggi nilainya semakin bagus perusahaan karena nilai itu mempengaruhi penjualan yang terjadi di dalam perusahaan tersebut. Tapi jika nilai Rasio total utang terhadap akuitas semakin tinggi, menandakan bahwa kinerja perusahaan tersebut buruk.

Tambahan:
Jawaban neraca diatas untuk nilai Total Ekuitas dan Persediaan dianggap sama dengan nilai rata-rata Ekuitas dan rata-rata persediaan, karena baik untuk Ekuitas dan persediaan tidak diketahui nilai awalnya.
Read more...

Jumat, 04 Februari 2011

Contoh Pelanggaran Etika Bisnis

| | 0 komentar

• Pelanggaran etika bisnis terhadap hukum
Sebuah perusahaan X karena kondisi perusahaan yang pailit akhirnya memutuskan untuk
Melakukan PHK kepada karyawannya. Namun dalam melakukan PHK itu, perusahaan
sama sekali tidak memberikan pesongan sebagaimana yang diatur dalam UU No. 13/2003
tentang Ketenagakerjaan. Dalam kasus ini perusahaan x dapat dikatakan melanggar
prinsip kepatuhan terhadap hukum.

• Pelanggaran etika bisnis terhadap transparansi
Sebuah Yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran
baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima mau tidak mau mereka harus membayar. Disamping itu tidak ada informasi maupun penjelasan resmi tentang penggunaan uang itu kepada wali murid. Setelah didesak oleh banyak pihak, Yayasan baru memberikan informasi bahwa uang itu dipergunakan untuk pembelian seragama guru. Dalam kasus ini, pihak Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan melanggar prinsip transparansi.

• Pelanggaran etika bisnis terhadap akuntabilitas
Sebuah RS Swasta melalui pihak Pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan
yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai
salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus
karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban dia berhubungan dengan Pengelola bukan Pengurus. Pihak Pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut. Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit.

• Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip pertanggungjawaban

Sebuah perusahaan PJTKI di Jogja melakukan rekrutmen untuk tenaga baby sitter. Dalam
pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan
calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan. Bahkan perusahaan tersebut menjanjikan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pelamar akan dikembalikan jika mereka tidak jadi berangkat ke negara tujuan. B yang terarik dengan tawaran tersebut langsung mendaftar dan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 7 juta untuk ongkos administrasi dan pengurusan visa dan paspor. Namun setelah 2 bulan training, B tak kunjung diberangkatkan, bahkan hingga satu tahun tidak ada kejelasan. Ketika dikonfirmasi, perusahaan PJTKI itu selalu berkilah ada penundaan, begitu seterusnya. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa Perusahaan PJTKI tersebut telah melanggar prinsip pertanggungjawaban dengan mengabaikan hak-hak B sebagai calon TKI yang seharusnya diberangnka ke negara tujuan untuk bekerja.

• Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kewajaran
Sebuah perusahaan property ternama di Yogjakarta tidak memberikan surat ijin
membangun rumah dari developer kepada dua orang konsumennya di kawasan kavling
perumahan milik perusahaan tersebut. Konsumen pertama sudah memenuhi
kewajibannya membayar harga tanah sesuai kesepakatan dan biaya administrasi lainnya.
Sementara konsumen kedua masih mempunyai kewajiban membayar kelebihan tanah,
karena setiap kali akan membayar pihak developer selalu menolak dengan alasan belum
ada ijin dari pusat perusahaan (pusatnya di Jakarta). Yang aneh adalah di kawasan
kavling itu hanya dua orang ini yang belum mengantongi izin pembangunan rumah,
sementara 30 konsumen lainnya sudah diberi izin dan rumah mereka sudah dibangun
semuannya. Alasan yang dikemukakan perusahaan itu adalah ingin memberikan pelajaran
kepada dua konsumen tadi karena dua orang ini telah memprovokasi konsumen lainnya
untuk melakukan penuntutan segera pemberian izin pembangunan rumah. Dari kasus ini
perusahaan property tersebut telah melanggar prinsip kewajaran (fairness) karena tidak memenuhi hak-hak stakeholder (konsumen) dengan alasan yang tidak masuk akal.

• Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kejujuran
Sebuah perusahaan pengembang di Sleman membuat kesepakatan dengan sebuah
perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah perumahan. Sesuai dengan kesepakatan
pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada kontraktor. Namun dalam
pelaksanaannya, perusahaan kontraktor melakukan penurunan kualitas spesifikasi
bangunan tanpa sepengetahuan perusahaan pengembang. Selang beberapa bulan kondisi
bangunan sudah mengalami kerusakan serius. Dalam kasus ini pihak perusahaan
kontraktor dapat dikatakan telah melanggar prinsip kejujuran karena tidak memenuhi
spesifikasi bangunan yang telah disepakati bersama dengan perusahaan pengembang.

• Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip empati

Seorang nasabah, sebut saja X, dari perusahaan pembiayaan terlambat membayar
angsuran mobil sesuai tanggal jatuh tempo karena anaknya sakit parah. X sudah
memberitahukan kepada pihak perusahaan tentang keterlambatannya membayar
angsuran, namun tidak mendapatkan respon dari perusahaan. Beberapa minggu setelah
jatuh tempo pihak perusahaan langsung mendatangi X untuk menagih angsuran dan
mengancam akan mengambil mobil yang masih diangsur itu. Pihak perusahaan menagih
dengan cara yang tidak sopan dan melakukan tekanan psikologis kepada nasabah. Dalam
kasus ini kita dapat mengakategorikan pihak perusahaan telah melakukan pelanggaran
prinsip empati pada nasabah karena sebenarnya pihak perusahaan dapat memberikan
peringatan kepada nasabah itu dengan cara yang bijak dan tepat.

Sumber : adulaja.blogspot.com/
Read more...

Senin, 29 November 2010

Manfaat & Etika dari Sistem Informasi

| | 0 komentar

1. Penggunaan Komputer di Pasar Internasional
Saat ini penggunaan komputer di pasar internasional sudah menjadi hal yang lumrah karena dengan kemajuan teknologi dapat mempengaruhi seluruh aktivitas yang berhubungan dengan bisnis. Oleha karena itu, sekarang banyak perusahaan yang menggunakan komputer untuk menghasilakn suatu informasi yang dianggap penting dalam bisnis mereka. Selain itu, mengapa mereka menggunakan komputer karena mempunyai kemampuan menghasilkan informasi yang akurat, padat, dan jelas.
~ Model Perusahaan Multinasional
Model adalah abstraksi dari sesuatu. Ia menampilkan tujuan dan aktivitas yang disebut entity (kesatuan). Jenis model yang pada umumnya terbagi atas 4 (empat), yaitu:
a. Model Fisik;
b. Model Naratif;
c. Model Grafis;
d. Model Matematis, dibagi menjadi 2 yaitu:
~ Strategi Bisnis Global
~ Strategi GIS

Perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijaksanaan dan prosedur tersendiri.

a. Jenis-jenis Struktur Organisasi MNC
Menurut William Egelhoff dari Fordham University, MNC dapat mengorganisasikan menurut divisi fungsional sedunia (worldwide functional division), divisi internasional (international divisions), wilayah geografis (geographic regions), atau divisi produk sedunia (worldwide product divisions). Dalam divisi fungsional sedunia, anak-anak perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional-manufaktur, pemasaran, dan keuangan.
Bidang-bidang operasional di anak perusahaan melapor langsung ke pasangan fungsional mereka ke induk perusahaan. Dalam divisi internasional, semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada suatu divisi internasional MNC yang terpisah dari divisi domestik.
Dalam wilayah geografis, MNC membagi operasinya menjadi wilayah wilayah dan tiap wilayah bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi dalam batasnya. Dalam divisi produk sedunia, perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.
• Dimensi-dimensi struktural pengolahan informasi
Pengolahan informasi suatu MNC dapat dipandang sebagai berada pada dua poros. Pada satu poros cenderung pada aktivitas taktis atau strategis. Di poros yang lain, pemrosesan informasi cenderung menghubungkan masalah perusahaan atau Negara dengan masalah produk.
• Pemrosesan Informasi Taktis vs Strategis
Pemrosesan informasi taktis menangani transaksi harian dalam volume besar, contohnya sistem informasi akuntansi pemrosesan informasi strategis melibatkan penyaringan dan pengikhtiaran data akuntansi untuk menonjolkan masalah-masalah tingkat tinggi, contoh SIM seperti SI pemasaran
Perlunya Koordinasi dalam suatu MNC
Keuntungan koordinasi :
• Fleksibilitas dalam memberi respon terhadap pesaing di berbagai negara dan pasar.
• Kemampuan memberikan respon di suatu negara, atau wilayah dari suatu Negara terhadap perubahan di negara atau wilayah lain.
• Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar di seluruh dunia. 21
• Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit-unit di berbagai negara.
• Pengurangan keseluruhan biaya operasi.
• Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
• Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragaman produk perusahaan serta cara produksi dan distribusinya.

• Jenis-jenis Strategi Bisnis MNC
Sistem informasi yang digunakan MNC saat mereka mengikuti empat strategi bisnis disebut sistem informasi global (global information system), atau GIS. GIS dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari jaringan-jaringan yang melintasi batas-batas negara. Dari uraian di atas dapat disimpulkan :
a) Strategi multinasional bersifat desentralisasi.
b) Strategi global mengumpulkan pengendalian di perusahaan induk (sentralisasi).
c) Strategi internasional merupakan perpaduan sentralisasi pengendalian dari strategi global dan desentralisasi dari strategi multinasional.
d) Strategi transnasional, baik induk dan anak perusahaan bekerja sama memformulasikan strategi dan kebijaksanaan operasi, dan mengkoordinasikan logistic agar produk mencapai pasar yang tepat. Pada strategi ini, tanggung jawab yang besar pada pengelola database induk memastikan keseragaman rancangan database di seluruh dunia.

b. Global Business Drivers
Global business drivers (GBD) adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari economies of scale dan economies of scope, serta kemudian memberikan kontribusi pada strategi bisnis global.
c. Permasalahan dalam Menerapkan Sistem Informasi Global
MNC yang memulai suatu proyek untuk membuat GIS akan menghadapi sejumlah permasalahan :1) Kendala politis
- Pembatasan pembelian dan impor perangkat keras.
- Pembatasan pemrosesan data.
- Pembatasan komunikasi data.
d. Strategi Penerapan GIS
Jika suatu MNC mengikuti strategi multinasional (desentralisasi), diperlukan sejumlah tim pengembangan, yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Jika strategi global (sentralisasi) yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk. Jika strategi internasional (kombinasi sentralisasi dan desentralisasi) yang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat bepergian dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan. Dalam hal strategi transnasional (integrasi), tim pengembangan menyertakan wakilwakil dari perusahaan induk dan anak perusahaan.
• Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis, tim pengembangan harus :
1) Bekerjasama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.
2) Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis.
3) Menentukan strategi GIS global yang sesuai untuk strategi bisnis global tiap unit bisnis.
4) Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS.
5) Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi GIS dan menentukan prioritasnya.
6) Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.

2. Implikasi Etis dari Teknologi Informasi
~ Pengertian Moral, Etika dan Hukum
Moral adalah berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari baik maupun buruk, sopan atau tidak sopan, susila atau tidak susila. Etika adalah membicarakan hal – hal yang berkaitan dengan tingkah laku manusia tentang baik – buruk. Hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan ke susilaan.
~ Perlunya budaya Etika
Banyak organisasi yang telah menggunakan komputer mereka secara etis dalam berbagai kasus. Komputer telah berpengaruh positif bagi masyarakat, yaitu dengan memberi sumbangan yang besar terhadap masalah.
~ Hak Sosial dan Komputer Strategi GIS
Source: www.google.com
by maharani in SIM
by adhipradigdo
Read more...

PENDEKATAN SISTEM

| | 0 komentar

Manajer terlibat dalam pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan yang efektif dan efisien.
Sistem Konseptual adalah suatu sistem pemecahan masalah yang terdiri dari manajer, informasi dan standar. 2 elemen lain masuk dalam proses perubahan masalah menjadi solusi (solusi alternatif dan kendala).

TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM
1. Usaha Persiapan
o Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.
o Mengenal sistem lingkungan.
o Mengidentifikasi subsistem perusahaan.

2. Usaha Definisi
o Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.
Tujuannya : mengidentifikasi tingkat sistem tempat persoalan berada.
oMenganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu :
1. Mengevaluasi standar.
2. Membandingkan output dengan standar.
3. Mengevaluasi manajemen.
4. Mengevaluasi pemroses informasi.
5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.
6. Mengevaluasi proses.
7. Mengevaluasi sumber daya output.

3. Usaha Persiapan

o Pertimbangan alternatif yang layak.
o Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.
o Memilih solusi terbaik.
o Menerapkan solusi.
o Memastikan bahwa solusi tersebut efektif.

FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH

3 Kategori manajer dalam merasakan masalah :
1. Penghindar masalah (Problem Avoider), manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja.ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.

2. Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker)) :
a. Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.
b. Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.

3.Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah/Pemecah masalah
( Problem solver) :
a. Gaya sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem.
b. Gaya intuitif, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

Source:santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../bab2modelumum.doc
Read more...
 
 

♥ My Diary ♥ | Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
top